
Latar Belakang
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebutakan rencana untuk menggelar karpet merah bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika ia bersedia menjadi Ketua Umum (Ketum) PSI. Rencana ini langsung menuai perhatian publik, terutama setelah Sekretaris SC Kongres PSI, Benediktus Papa, mengungkapkan bahwa karpet merah tersebut diberikan karena Jokowi dianggap figur yang selalu mendukung perjuangan PSI. Namun, rencana ini juga memicu reaksi keras dari relawan Jokowi.
Fakta Penting
Ide karpet merah untuk Jokowi mulai diperbincangkan setelah Benediktus Papa mengatakan bahwa langkah tersebut adalah penghormatan atas kontribusi Jokowi dalam perjuangan PSI. Namun, rencana ini tidak disambut baik oleh relawan Jokowi. Mereka mengkritik langkah PSI, menganggapnya sebagai upaya politik yang tidak sinkron dengan posisi Jokowi saat ini. Beberapa relawan bahkan menilai langkah ini sebagai “pelecehan” terhadap nama Jokowi.
Dampak
Rencana PSI untuk menggelar karpet merah bagi Jokowi telah menjadi topik hangat di kalangan publik. Reaksi keras dari relawan Jokowi menunjukkan bahwa langkah PSI ini tidak hanya menjadi masalah internal partai, tetapi juga mengancam solidaritas politik yang telah lama terjalin. Beberapa analis menyebutkan bahwa langkah ini dapat memicu perpecahan di kalangan pendukung Jokowi, terutama di tingkat relawan.
Penutup
Reaksi relawan kala PSI gelar karpet merah untuk Jokowi menunjukkan bahwa dunia politik tidak pernah lepas dari emosi dan dinamika sosial. Rencana PSI ini tidak hanya menjadi masalah internal partai, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hubungan antara partai dan relawan dalam konteks politik modern Indonesia. Apakah langkah ini akan memperkuat atau malah merusak solidaritas yang ada? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.