
Pengantin pria, Ahmad Handa (31), menjadi korban kekerasan saat akan melangsungkan akad nikah di Palembang, Sumatera Selatan. Ia dibacok dan ditembak oleh empat pelaku yang saat ini masih dalam perburuan. Kapolrestabes Palembang, Kombes Harryo Sugihhartono, menegaskan bahwa kepolisian menangani kasus ini dengan serius dan terus memburu para pelaku.
Latar Belakang
Kecelakaan tragis terjadi saat Ahmad Handa bersiap untuk menikah. Dalam momen yang seharusnya penuh kebahagiaan, ia harus menghadapi serangan brutal dari empat pelaku yang identitasnya sudah diketahui oleh pihak kepolisian. Peristiwa ini mengejutkan publik dan menarik perhatian media massa.
Fakta Penting
Kasus ini menjadi prioritas Polrestabes Palembang. Dalam wawancara dengan detikSumbagsel, Kombes Harryo menyatakan, “Kasus ini selalu menjadi perhatian kami. Sebelumnya sudah kami identifikasi, namun pelaku bergerak dan pergi. Hingga kini, mereka masih kami buru.” Upaya penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Dampak Sosial
Peristiwa ini tidak hanya merusak momen bahagia Ahmad Handa, tetapi juga menimbulkan ketakutan di masyarakat Palembang. Kasus ini menegaskan pentingnya keamanan publik dan upaya kepolisian untuk memelihara rasa aman warga.
Penutup
Kasus pembacokan dan penembakan pengantin ini menunjukkan betapa pentingnya keadilan dan perlindungan bagi setiap warga. Dengan peringatan keras dari polisi, masyarakat diharapkan tetap waspada dan memercayakan penegakan hukum kepada pihak yang berwenang.