Perpisahan Enzo Maresca Dari Chelsea
Jakarta – Enzo Maresca telah secara resmi mengakhiri perjalanannya sebagai manajer Chelsea. Ia menjadi manajer kelima yang memutuskan untuk hengkang dari The Blues di era kepemimpinan Todd Boehly dan Clearlake Capital. Keputusan ini datang setelah beberapa bulan penuh tekanan dan perubahan strategis di dalam klub.
Analisis Performa dan Strategi
Enzo Maresca diketahui karena pendekatan taktisnya yang berfokus pada kontrol bola dan serangan terorganisir. Namun, performa Chelsea selama masa kepalanya tidak dapat dibilang impresif. Dari 20 pertandingan yang dipimpinnya, Chelsea hanya mampu meraih 8 kemenangan, 4 seri, dan 8 kekalahan. Statistik ini menunjukkan bahwa ada tantangan berarti dalam mengelola skuad yang penuh bintang.
Selain itu, Maresca juga terkenal dengan komunikasinya yang intens dengan pemain, namun hal ini tidak selalu mampu mengubah dinamika dalam tim. Beberapa pemain senior dianggap kurang merespon positif terhadap perubahan taktis yang ia coba implementasikan.
Pandangan dari Komunitas Sepak Bola
Masa jabatan Maresca sebagai manajer Chelsea menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang menilai bahwa keputusan hengkangnya merupakan langkah yang tidak terhindarkan, mengingat tekanan internal dan eksternal yang dialami klub.
Prediksi untuk Masa Depan Chelsea
Dengan perpisahan Maresca, Chelsea kembali ke meja untuk mencari manajer baru yang dapat membawa klub kembali ke jalur sukses. Para penggemar berharap bahwa klub dapat menemukan sosok yang mampu menggabungkan visi jangka panjang dengan taktik yang efektif.
Sementara itu, Enzo Maresca dipercaya akan segera mendapatkan tawaran dari klub lain, mengingat reputasinya sebagai manajer berpengalaman. Bagaimanapun, perpisahannya dengan Chelsea menjadi reminder bahwa dunia sepak bola selalu berubah, dan adaptasi adalah kunci untuk tetap relevan.
Blog
-
5 Manajer Terakhir Chelsea, Enzo Maresca yang Terbaik: Kisah Perpisahan dan Era Baru
5 Manajer Terakhir Chelsea, Enzo Maresca yang Terbaik: Kisah Perpisahan dan Era Baru -
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767322221724.jpg)
[judul]
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767322221724.jpg)
[judul] Tiga prajurit TNI menyelamatkan seorang warga di Aceh Tengah yang jatuh ke sungai saat menyeberang dengan menggunakan tali sling. Aksi ketiga prajurit itu berenang menyelamatkan warga tersebut viral di media sosial.
Kejadian bermula saat seorang warga Sungai Burlah atau Sungai Berawang Gajah, Kecamatan Ketol hendak menyeberang sungai dengan sling karena akses darat putus akibat banjir. Ketika berada di tengah sungai, korban disebut kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke aliran sungai yang cukup deras sehingga terseret arus.
Tiga prajurit TNI yang berada di lokasi Serka Suyanto, anggota Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, serta Serda Suherman dan Serda Agus dari Yon TP 854/Dharma Kersaka Brigade Infanteri 90/Yudha Guna Dharma (YGD) berusaha membantu. Satu orang prajurit tampak berenang untuk menyelamatkan korban dan kemudian membawanya ke darat dibantu dua tentara lainnya
-
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321927836.jpg)
[judul]
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321927836.jpg)
[judul] Tiga prajurit TNI menyelamatkan seorang warga di Aceh Tengah yang jatuh ke sungai saat menyeberang dengan menggunakan tali sling. Aksi ketiga prajurit itu berenang menyelamatkan warga tersebut viral di media sosial.
Kejadian bermula saat seorang warga Sungai Burlah atau Sungai Berawang Gajah, Kecamatan Ketol hendak menyeberang sungai dengan sling karena akses darat putus akibat banjir. Ketika berada di tengah sungai, korban disebut kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke aliran sungai yang cukup deras sehingga terseret arus.
Tiga prajurit TNI yang berada di lokasi Serka Suyanto, anggota Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, serta Serda Suherman dan Serda Agus dari Yon TP 854/Dharma Kersaka Brigade Infanteri 90/Yudha Guna Dharma (YGD) berusaha membantu. Satu orang prajurit tampak berenang untuk menyelamatkan korban dan kemudian membawanya ke darat dibantu dua tentara lainnya
-
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321623298.jpg)
[judul]
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321623298.jpg)
[judul] Tiga prajurit TNI menyelamatkan seorang warga di Aceh Tengah yang jatuh ke sungai saat menyeberang dengan menggunakan tali sling. Aksi ketiga prajurit itu berenang menyelamatkan warga tersebut viral di media sosial.
Kejadian bermula saat seorang warga Sungai Burlah atau Sungai Berawang Gajah, Kecamatan Ketol hendak menyeberang sungai dengan sling karena akses darat putus akibat banjir. Ketika berada di tengah sungai, korban disebut kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke aliran sungai yang cukup deras sehingga terseret arus.
Tiga prajurit TNI yang berada di lokasi Serka Suyanto, anggota Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, serta Serda Suherman dan Serda Agus dari Yon TP 854/Dharma Kersaka Brigade Infanteri 90/Yudha Guna Dharma (YGD) berusaha membantu. Satu orang prajurit tampak berenang untuk menyelamatkan korban dan kemudian membawanya ke darat dibantu dua tentara lainnya
-
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321324195.jpg)
[judul]
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321324195.jpg)
[judul] Tiga prajurit TNI menyelamatkan seorang warga di Aceh Tengah yang jatuh ke sungai saat menyeberang dengan menggunakan tali sling. Aksi ketiga prajurit itu berenang menyelamatkan warga tersebut viral di media sosial.
Kejadian bermula saat seorang warga Sungai Burlah atau Sungai Berawang Gajah, Kecamatan Ketol hendak menyeberang sungai dengan sling karena akses darat putus akibat banjir. Ketika berada di tengah sungai, korban disebut kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke aliran sungai yang cukup deras sehingga terseret arus.
Tiga prajurit TNI yang berada di lokasi Serka Suyanto, anggota Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, serta Serda Suherman dan Serda Agus dari Yon TP 854/Dharma Kersaka Brigade Infanteri 90/Yudha Guna Dharma (YGD) berusaha membantu. Satu orang prajurit tampak berenang untuk menyelamatkan korban dan kemudian membawanya ke darat dibantu dua tentara lainnya
-
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321055358.jpg)
[judul]
![[judul]](https://sumberportal.com/wp-content/uploads/2026/01/featured_1767321055358.jpg)
[judul] Tiga prajurit TNI menyelamatkan seorang warga di Aceh Tengah yang jatuh ke sungai saat menyeberang dengan menggunakan tali sling. Aksi ketiga prajurit itu berenang menyelamatkan warga tersebut viral di media sosial.
Kejadian bermula saat seorang warga Sungai Burlah atau Sungai Berawang Gajah, Kecamatan Ketol hendak menyeberang sungai dengan sling karena akses darat putus akibat banjir. Ketika berada di tengah sungai, korban disebut kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke aliran sungai yang cukup deras sehingga terseret arus.
Tiga prajurit TNI yang berada di lokasi Serka Suyanto, anggota Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, serta Serda Suherman dan Serda Agus dari Yon TP 854/Dharma Kersaka Brigade Infanteri 90/Yudha Guna Dharma (YGD) berusaha membantu. Satu orang prajurit tampak berenang untuk menyelamatkan korban dan kemudian membawanya ke darat dibantu dua tentara lainnya
-

“4 Alasan Chelsea ‘Berani’ Lepas Enzo Maresca”

“4 Alasan Chelsea ‘Berani’ Lepas Enzo Maresca” Chelsea dan Enzo Maresca memutuskan pisah jalan. Ada beberapa alasan mengapa The Blues berani melepas sang manajer, yang sedianya sudah memberi trofi.
Chelsea resmi mengumumkan kepergian Maresca pada Kamis (1/1/2026). Di awal tahun baru ini, keduanya berpisah usai 18 bulan bersama.
Situasi Maresca di Chelsea memang mendadak disorot dalam 24 jam terakhir. Usai Cole Palmer dkk ditahan Bournemouth 2-2 di laga penghujung 2025, Rabu (31/12) lalu.
-

**Komisi X DPR Siap Awasi Naiknya Tarif Museum Nasional Rp 50 Ribu, Pastikan Edukasi Tetap Aksesibel**

**Komisi X DPR Siap Awasi Naiknya Tarif Museum Nasional Rp 50 Ribu, Pastikan Edukasi Tetap Aksesibel** Latar Belakang
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menyampaikan keprihatinan atas kenaikan tarif tiket Museum Nasional Indonesia (MSI) menjadi Rp 50 ribu. Dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026), Hadrian menegaskan bahwa kenaikan harga ini harus seiring dengan peningkatan layanan dan aksesibilitas, mengingat museum sebagai ruang edukasi yang seharusnya melayani masyarakat luas.
Fakta Penting
Hadrian menekankan pentingnya kajian transparan terhadap kebijakan tarif, sehingga kenaikan tak menjadi kontra produktif terhadap tujuan pendidikan budaya. “Museum adalah ruang edukasi yang inklusif. Oleh karena itu, kebijakan tarif perlu dibarengi dengan perhatian pada akses publik,” ujarnya.
Dampak Sosial
Kenaikan tarif MSI menjadi Rp 50 ribu menuai pro dan kontra. Sementara pihak museum mengklaim peningkatan layanan, masyarakat khawatir akses edukasi terbatas. Komisi X DPR berjanji akan memantau dampak kebijakan ini, memastikan pendidikan sejarah dan budaya tetap terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Penutup
Dengan pengawasan Komisi X DPR, aspirasi publik terkait akses edukasi diharapkan dapat terwujud. Apakah kenaikan tarif MSI akan mendorong peningkatan layanan atau justru menambah beban masyarakat? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban. -

tragedi memilukan: Vila di Puncak Bogor Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Siapa yang Bertanggung Jawab?

tragedi memilukan: Vila di Puncak Bogor Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Siapa yang Bertanggung Jawab? Kebakaran melanda sebuah vila di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Api berasal dari korsleting arus listrik yang kemudian menjalar ke bangunan vila.
“Api berasal dari Korsleting listrik pada NCB menjalar ke atap gudang penyimpanan dan ruang dapur berikut satu atap penginapan,” kata Kadis Damkar Kabupaten Bogor Yudi Santosa, Jumat (2/1/2026).