
Latar Belakang
Jumat (2/1/2026) menjadi hari yang gelap bagi warga Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tanah longsor menyerang tanpa ampun, menenggelamkan enam orang masyarakat setempat. Dari enam korban, empat di antaranya tidak dapat diselamatkan, sementara dua orang berhasil selamat dan dilarikan ke RS Unpad untuk mendapatkan perawatan intensif.
Fakta Penting
Kasie Ops Basarnas Jabar, Adip, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi dengan cepat dan menghancurkan sejumlah rumah di lokasi kejadian. “Korban yang tertimbun enam orang, untuk dua orang selamat dan sudah dibawa ke RS Unpad. Yang empat orang lagi kondisinya sudah meninggal dunia,” ujar Adip di lokasi kejadian, dilansir detikJabar.
Dampak
Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang dalam bagi masyarakat sekitar. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus evakuasi darurat. Pemerintah daerah sudah menurunkan tim tanggap darurat untuk menangani situasi dan memberikan bantuan kepada korban.
Penutup
Tanah longsor di Jatinangor menjadi reminder penting tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana. Tragedi ini juga menegaskan bahwa perlu adanya upaya preventif yang lebih baik untuk menghindari korban lebih besar di masa depan. Apakah kita sudah siap menghadapi bencana alam yang tak terduga?