
Serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut memicu spekulasi bahwa kelompok bersenjata Kurdi Iran yang bermarkas di Irak akan segera menyeberang perbatasan dan ikut bertempur melawan Republik Islam Iran. Menyikapi hal itu, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kelompok Kurdi, termasuk melesatkan rudal balistik yang menewaskan seorang petempur.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada 7 Maret menegaskan bahwa ia tidak ingin melibatkan suku Kurdi dalam pertempuran di Iran.
Di tengah ketegangan tersebut, BBC memperoleh akses langka ke salah satu kelompok pasukan Kurdi, suatu batalion yang seluruh anggotanya perempuan.