
Latar Belakang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan perjanjian nuklir baru setelah perjanjian terakhir dengan Rusia berakhir, menimbulkan kekhawatiran akan munculnya perlombaan senjata global baru.
Fakta Penting
Trump telah berulang kali mendesak perjanjian nuklir yang mencakup China, meskipun Beijing secara terbuka menolak tekanan tersebut. Menurut AFP, China saat ini memiliki persenjataan yang terus bertambah, meskipun masih jauh lebih kecil dibandingkan Rusia dan AS.
Selain itu, Trump tampak bungkam terkait seruan Rusia untuk memperpanjang New START, perjanjian tahun 2010 yang menjadi batasan terakhir antara kedua negara setelah puluhan tahun perjanjian Perang Dingin.
Dampak
Kebungkaman Trump terhadap usulan Rusia dan penuntutannya untuk melibatkan China dalam perjanjian nuklir baru menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan munculnya perlombaan senjata global. Pasalnya, penghentian perjanjian nuklir lama telah memicu ketidakpastian internasional.
Penutup
Dengan desakannya ini, Trump menunjukkan bahwa perjanjian nuklir lama dianggap tidak efektif. Namun, dengan penolakan China dan ketidakterbukaan terhadap perpanjangan New START, masa depan security global menjadi lebih tidak pasti.