
Latar Belakang
Istri Kapolri ke-5, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Hoegeng atau dikenal sebagai Eyang Meri, telah meninggal dunia pada usia 100 tahun. Dalam momentum yang penuh dengan rasa hormat dan belasungkawa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan melayat ke rumah duka Eyang Meri di Pesona Khayangan, Depok. Kunjungan ini menandakan penghargaan dan rasa syukur atas jasa Eyang Meri selama bertahun-tahun.
Fakta Penting
Pantauan detikcom, Selasa (3/3/2026), menunjukkan bahwa Jenderal Listyo tiba di rumah duka pukul 22.43 WIB, didampingi oleh Komjen Dedi. Keduanya mengenakan peci dan tampak merendah saat melakukan salaman dengan keluarga Eyang Meri. Jenderal Sigit juga sempat menyalami Aditya Soetanto, anak kedua Eyang Meri, sebelum masuk ke rumah persemayaman.
Kunjungan ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan solidaritas para petinggi kepolisian dalam menghormati seseorang yang memiliki peran penting dalam masyarakat.
Dampak
Meninggalnya Eyang Meri tidak hanya menjadi berita nasional, tetapi juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya rasa hormat dan belasungkawa. Kunjungan Kapolri dan Wakapolri ke rumah duka menjadi contoh nyata tentang bagaimana para pemimpin dapat memberikan teladan dalam menghargai jasa-jasa luhur.
Selain itu, kasus ini juga menggugah masyarakat untuk lebih peduli dan merawat orang tua serta tokoh-tokoh berpengaruh dalam kehidupan sosial.
Penutup
Dengan meninggalkannya pada usia 100 tahun, Eyang Meri telah memberikan inspirasi tentang bagaimana menjalani hidup dengan penuh kedamaian dan pengabdian. Kunjungan Kapolri dan Wakapolri ke rumah duka menjadi simbol kebersamaan dan penghargaan yang tak terlupakan.
Bagaimana dampak kisah ini terhadap budaya belasungkawa dan penghormatan di tengah masyarakat modern? Jawabannya mungkin terletak dalam setiap langkah kita untuk lebih peduli dan menghormati orang-orang terdekat kita.