Tag: bnpt

  • **BNPT Temukan 21 Ribu Konten Radikal di Internet Selama 2025: Facebook dan Instagram Paling Banyak**

    **BNPT Temukan 21 Ribu Konten Radikal di Internet Selama 2025: Facebook dan Instagram Paling Banyak**

    **BNPT Temukan 21 Ribu Konten Radikal di Internet Selama 2025: Facebook dan Instagram Paling Banyak**
    **BNPT Temukan 21 Ribu Konten Radikal di Internet Selama 2025: Facebook dan Instagram Paling Banyak**

    Konten Radikal Mencapai 21 Ribu di 2025
    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengungkap bahwa sepanjang tahun 2025, terdapat 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang tersebar di platform media sosial. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, dengan Facebook dan Instagram menjadi platform terbanyak penyebar konten radikal.
    Data Rinci dari BNPT
    “Dari 21.199 konten yang ditemukan, sebanyak 14.314 konten berasal dari Meta, yang terdiri dari Facebook dan Instagram,” jelas Kepala BNPT Eddy Hartono dalam acara Pernyataan Pers Akhir Tahun di Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025). Selain itu, TikTok menyumbang 1.367 konten, dan X (Twitter/X) menempati peringkat ketiga dengan 1.220 konten.
    Latar Belakang Temuan BNPT
    BNPT menekankan pentingnya upaya Pencegahan Pemahaman Ekstremisme (PPE) untuk mengurangi dampak negatif konten radikal di masyarakat. Temuan ini menjadi peringatan bagi pengguna internet untuk lebih waspada terhadap informasi yang bermuatan intoleransi.
    Dampak Sosial dan Politik
    Temuan BNPT ini tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas platform media sosial dalam memonitor konten radikal. Pemerintah dan platform teknologi diharapkan bekerja sama lebih erat untuk mencegah penyebaran konten yang dapat merusak harmoni sosial.
    Penutup
    Dengan temuan ini, BNPT menegaskan komitmen untuk terus memantau dan menghapus konten radikal di internet. Namun, peran aktif masyarakat dalam melaporkan konten berbahaya juga menjadi kunci dalam upaya pencegahan yang lebih efektif.