
Pembuka:
Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, telah tutup usia pada Selasa (3/2/2026) di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Meninggalnya Eyang Meri tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi Kepolisian RI yang kehilangan seorang ikon yang memiliki peran penting dalam dunia kepolisian.
Latar Belakang:
Eyang Meri, yang lebih dikenal sebagai Meriyati Hoegeng, adalah istri dari Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kapolri ke-5 yang berkontribusi besar dalam reformasi kepolisian di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, Eyang Meri mendampingi suaminya dalam memberikan sumbangsih bagi negeri. Pada usia 100 tahun, almarhumah wafat setelah menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramatjati.
Fakta Penting:
Meninggalnya Eyang Meri pada pukul 13.25 WIB di RS Polri Kramatjati menjadi berita duka yang mengguncang Kepolisian RI dan masyarakat luas. Jenazah beliau akan dimakamkan di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, di samping jenderal yang dicintainya. Upacara pemakaman direncanakan besok, menandai akhir dariç« suatu era pahlawan kepolisian.
Penutup:
Dengan wafatnya Eyang Meri Hoegeng, Kepolisian RI kehilangan seorang tokoh yang tidak hanya menjadi istri seorang Kapolri, tetapi juga simbol kekuatan dan dedikasi dalam melayani negeri. Duka yang menyelimuti semua pihak menjadi pengingat akan pentingnya menghargai jasa-jasa tokoh seperti Eyang Meri, yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa dan negara.