Penulis: admin

  • Warga Ciputat Terpuruk, Sampah Berhari-hari Tanpa Solusi: Bau Busuk dan Belatung Menyeramkan

    Warga Ciputat Terpuruk, Sampah Berhari-hari Tanpa Solusi: Bau Busuk dan Belatung Menyeramkan

    Warga Ciputat Terpuruk, Sampah Berhari-hari Tanpa Solusi: Bau Busuk dan Belatung Menyeramkan
    Warga Ciputat Terpuruk, Sampah Berhari-hari Tanpa Solusi: Bau Busuk dan Belatung Menyeramkan

    Fakta Penting
    Warga Ciputat, Tangerang Selatan, menghadapi masalah serius karena tumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut selama berhari-hari di dekat pasar Ciputat. Mereka mengeluhkan bau busuk yang merusak kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah seorang warga, Wawan (51), menuturkan bahwa sampah tersebut sudah menumpuk selama beberapa minggu, dengan bau yang semakin parah setelah hujan.
    Dampak Kebiasaan Pemukiman
    Situasi ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya belatung dan sarang penyakit. Wawan menambahkan, “Ya lumayan bau. Habis hujan deh, rasain deh, mantap banget baunya, menyengat banget di jalan.” Kondisi ini menunjukkan ketidakmampuan pihak terkait dalam menangani masalah sampah, yang semakin memprihatinkan di tengah cuaca yang tidak menentu.
    Langkah Penyelesaian yang Diusulkan
    Warga mendesak pemerintah setempat untuk segera menangani masalah ini dengan meningkatkan frekuensi penjemputan sampah dan menambahkan sarana pengelolaan sampah yang lebih efektif. Mereka juga mengharapkan adanya komunikasi yang lebih baik antara masyarakat dan pihak kecamatan untuk menghindari masalah serupa di masa depan.
    Penutup
    Sampah yang tidak terangkut bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Warga Ciputat menantikan tindakan cepat dari pemerintah, sebelum masalah ini semakin meluas dan merusak lingkungan yang sudah rapuh.
    Kata Kunci
    Warga Ciputat Protes Sampah Tak Diangkut Berminggu-minggu: Bau-Banyak Belatung, Warga Ciputat, Tangerang Selatan, sampah tak terangkut, bau busuk, belatung, dampak lingkungan, penanganan sampah.

  • Dishub Bogor Siap Tangkal Angkot Puncak di Natal-Tahun Baru 2025-2026

    Dishub Bogor Siap Tangkal Angkot Puncak di Natal-Tahun Baru 2025-2026

    Dishub Bogor Siap Tangkal Angkot Puncak di Natal-Tahun Baru 2025-2026
    Dishub Bogor Siap Tangkal Angkot Puncak di Natal-Tahun Baru 2025-2026

    Latar Belakang
    Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor telah memutuskan untuk memberikan tindakan keras terhadap angkutan kota (Angkot) yang tetap beroperasi di Puncak selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Padahal, para pengusaha angkot ini sudah menerima kompensasi sebagai ganti dari penonaktifan sementara. Menurut Kadishub Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, petugas akan melakukan imbauan awal. Namun, jika angkot masih terlihat mengangkut penumpang, langkah tegas seperti penghentian operasi akan dilakukan untuk memastikan angkot dikosongkan.
    Fakta Penting
    Dishub Bogor menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap operasi angkot di Puncak selama libur Natal dan Tahun Baru. Ini termasuk angkot yang disewa untuk wisatawan atau tujuan lainnya. “Angkot tidak boleh beroperasi dalam bentuk apapun,” tegas Bayu. Uraian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kenyamanan wisatawan tanpa mengganggu operasi angkot yang seharusnya tidak berjalan.
    Dampak
    Langkah ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dan ketidaknyamanan yang sering terjadi di Puncak selama musim liburan. Dengan tidak adanya angkot yang beroperasi, jalanan diprediksi lebih lancar, sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan lebih santai. Namun, ini juga menjadi ujian bagi Dishub Bogor untuk memastikan kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif tanpa menimbulkan konflik dengan pengusaha angkot.
    Penutup
    Dishub Bogor melalui langkah ini menunjukkan keseriusan dalam mengatasi masalah transportasi selama musim liburan. Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana masyarakat yang biasa menggunakan angkot sebagai sarana transportasi sehari-hari akan mencari alternatif? Ini menjadi tantangan berikutnya bagi pemerintah daerah untuk memberikan solusi yang lebih baik.

  • **Ini Solusi Terbaru Pemkot Atasi Gunungan Sampah di Tangsel, Benarkah Efektif?**

    **Ini Solusi Terbaru Pemkot Atasi Gunungan Sampah di Tangsel, Benarkah Efektif?**

    **Ini Solusi Terbaru Pemkot Atasi Gunungan Sampah di Tangsel, Benarkah Efektif?**
    **Ini Solusi Terbaru Pemkot Atasi Gunungan Sampah di Tangsel, Benarkah Efektif?**

    Latar Belakang
    Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim telah memulai upaya pengangkutan sampah secara bertahap di beberapa ruas jalan yang mengalami penumpukan. Ini merupakan langkah darurat untuk memulihkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
    Fakta Penting
    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, mengungkapkan bahwa Pemkot memfokuskan upaya pengangkutan sampah di lokasi-lokasi yang secara langsung mempengaruhi aktivitas warga dan lalu lintas.
    “Dengan fokus pada titik-titik krusial, kami berupaya mengendalikan situasi dan memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” jelas Asep dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
    Dampak
    Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak negatif penumpukan sampah terhadap kualitas hidup warga. Namun, pertanyaan tetap muncul: seberapa efektif langkah ini dalam jangka panjang?
    Penutup
    Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan meningkatkan sistem pengelolaan sampah. Namun, kerjasama masyarakat dalam meminimalisir penumpukan sampah menjadi kunci utama dalam upaya ini.

  • Banjir Menerjang Balangan Kalsel, Air Sampai Atap Rumah!

    Banjir Menerjang Balangan Kalsel, Air Sampai Atap Rumah!

    Banjir Menerjang Balangan Kalsel, Air Sampai Atap Rumah!
    Banjir Menerjang Balangan Kalsel, Air Sampai Atap Rumah!

    Banjir terjadi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel). Tinggi air sampai setinggi atap rumah warga.

    Dilansir detikKalimantan , Sabtu (27/12/2025), banjir di Bandangan membuat warga panik karena sampai atap rumahnya. Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan evakuasi terhadap korban-korban yang terjebak di antara banjir.

    “Saat ini seluruh anggota sudah turun ke lapangan untuk melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi,” ujar Rahmi.

  • “Rumah Nenek di Jatim yang Diusir Ormas, Kini Tanahnya Jadi Saksi Bisu”

    “Rumah Nenek di Jatim yang Diusir Ormas, Kini Tanahnya Jadi Saksi Bisu”

    “Rumah Nenek di Jatim yang Diusir Ormas, Kini Tanahnya Jadi Saksi Bisu”

    Rumah Elina Widjajanti (80), seorang lansia di Surabaya kini telah rata dengan tanah. Nenek itu diduga menjadi korban pengusiran paksa yang berujung pada pembongkaran rumahnya di Dukuh Kuwukan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Jawa Timur , oleh sejumlah oknum dari salah satu organisasi masyarakat (ormas).

    Dilansir detikJatim , Sabtu (27/12/2025), kondisi bangunan rumah Elina sudah hancur sepenuhnya dan telah diratakan dengan tanah per Jumat (26/12). Tidak terlihat sisa-sisa perabot atau barang pribadi di area itu. Lahan bekas rumah itu juga saat ini sudah terlihat kosong tanpa adanya aktivitas apapun.

  • **Nenek 80 Tahun di Jatim Dihajar dan Diusir Ormas dari Rumahnya, Alami Luka Berat**

    **Nenek 80 Tahun di Jatim Dihajar dan Diusir Ormas dari Rumahnya, Alami Luka Berat**

    **Nenek 80 Tahun di Jatim Dihajar dan Diusir Ormas dari Rumahnya, Alami Luka Berat**
    **Nenek 80 Tahun di Jatim Dihajar dan Diusir Ormas dari Rumahnya, Alami Luka Berat**

    Tragedi Mengerikan di Jatim: Nenek Elina Dihantam Ormas
    Surabaya, Jawa Timur – Tragedi mengerikan terjadi di kota Surabaya, Jawa Timur, ketika seorang nenek berusia 80 tahun, Elina Widjajanti, harus menderita luka berat akibat diusir paksa dari rumahnya oleh oknum dari organisasi masyarakat (ormas). Insiden ini terjadi di Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
    Latar Belakang: Konflik yang Membuat Nenek Elina Terluka
    Dilansir detikJatim pada Sabtu (27/12/2025), momen pengusiran yang brutal tersebut terekam dalam video dan tersebar luas di media sosial. Saat pengusiran terjadi, Elina sempat menolak keras untuk meninggalkan rumahnya. Namun, beberapa pria yang diduga anggota ormas menyeret dan mengangkat tubuhnya secara paksa, hingga akhirnya ia terluka.
    Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa Elina menjadi korban penganiayaan saat diusir dari rumahnya sendiri. Kejadian ini tidak hanya merusak properti, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis dan fisik bagi korban.
    Dampak: Protes Massal dan Panggilan Kebijakan
    Insiden ini telah menyebabkan protes dari masyarakat setempat dan LSM, yang menuntut keadilan bagi Elina. Mereka juga meminta pemerintah setempat untuk segera menindak tegas para pelaku dan memastikan keamanan warga.
    Hingga saat ini, kasus ini sedang dalam penyelidikan. Pihak kepolisian diminta untuk segera mengungkap motif di balik pengusiran paksa ini dan memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi.
    Penutup: Waktu untuk Tindakan Nyata
    Tragedi yang menimpa Nenek Elina menjadi cerminan dari kekerasan yang masih merajalela di tengah masyarakat. Masyarakat Jatim dan Indonesia secara luas menantikan langkah tegas dari pemerintah untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

  • “Sopir Angkot di Puncak Terima Kompensasi Usai Dilarang Beroperasi saat Natal: Hari Ini

    “Sopir Angkot di Puncak Terima Kompensasi Usai Dilarang Beroperasi saat Natal: Hari Ini

    “Sopir Angkot di Puncak Terima Kompensasi Usai Dilarang Beroperasi saat Natal: Hari Ini

    Pemerintah memberikan kompensasi bagi pengemudi angkutan kota ( angkot ) yang dilarang beroperasi di Jalan Raya Puncak, Bogor, selama masa Natal 2025. Para sopir pun menerima uang tersebut dengan suka cita.

    Salah satu titik pembagian kompensasi berada di sekitar Simpang Gadog pada Sabtu (27/12/2025). Salah satu sopir yang mendapatkan kompensasi adalah Suminta (60). Ia dilarang beroperasi selama empat hari untuk mendapatkan tiket kompensasi tersebut.

    “Empat hari yang kemarin, dua hari nanti (dilarang beroperasi). Tahun Baru tanggal 31 sampai tanggal 1,” kata dia kepada wartawan, Sabtu (27/12/2025).

  • Kapolda Metro Jaya Bersama Tim, Pastikan Ragunan Aman Saat Natal

    Kapolda Metro Jaya Bersama Tim, Pastikan Ragunan Aman Saat Natal

    Kapolda Metro Jaya Bersama Tim, Pastikan Ragunan Aman Saat Natal
    Kapolda Metro Jaya Bersama Tim, Pastikan Ragunan Aman Saat Natal

    Kapolda Metro Jaya Tinjau Kesiapan Pengamanan di Ragunan
    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bersama tim, Sabtu (27/12/2025), meninjau kesiapan pengamanan dan pelayanan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan libur Natal dan tahun baru berlangsung aman dan tertib.
    Tim Pemantauan yang Terlibat
    Dalam peninjauan ini, Asep Edi didampingi oleh berbagai pejabat penting seperti Karo Ops PMJ Kombes I Ketut Gede Wijatmika, Dirpamobvit Kombes Joko Sulistio, Dirlantas Kombes Komarudin, dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Nicolas Ary Lilipaly. Mereka juga menengok kesiapan pos pengamanan dan pelayanan di pintu masuk utama Ragunan.
    Komitmen Pemerintah dalam Menjaga Kemanan
    Melalui kunjungan ini, Asep Edi menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam memastikan wisatawan merasa aman saat mengunjungi Ragunan. Kepala Distamhut DKI Jakarta M. Fajar Sauri dan Kepala Unit Pengelola (UP) TMR Endah Rumiyati juga ikut memastikan semua prosedur pengamanan berjalan dengan baik.
    Dampak Positif bagi Masyarakat
    Kunjungan ini tidak hanya memperkuat sistem pengamanan di Ragunan, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga ketertiban umum. Dengan upaya ini, masyarakat dapat menikmati liburan Natal dengan lebih nyaman dan aman.

  • Maling di Stasiun Tanah Abang Ditangkap, Sepeda Curian Sempat Dijual – Update 1

    Maling di Stasiun Tanah Abang Ditangkap, Sepeda Curian Sempat Dijual – Update 1

    Maling di Stasiun Tanah Abang Ditangkap, Sepeda Curian Sempat Dijual - Update 1
    Maling di Stasiun Tanah Abang Ditangkap, Sepeda Curian Sempat Dijual – Update 1

    Seorang pengguna KRL/Commuter Line kehilangan sepeda saat diparkir di Stasiun Tanah Abang , Jakarta Pusat. Petugas pengamanan KAI Commuter menangkap pelaku saat berada di Stasiun Palmerah.

    Petugas menangkap pencuri sepeda itu pada Kamis (25/12/2025). Penangkapan berawal dari laporan pengguna yang merasa kehilangan sepeda yang diparkir di Stasiun Tanah Abang.

    “Petugas yang telah mengantongi identitas pelaku, selanjutnya memasukkan data-data tersebut pada sistem CCTV Analytics yang dimiliki KAI Commuter,” kata Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan kepada wartawan, Sabtu (27/12/2025).

  • APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 T, Fokus Sampah hingga Banjir – Update 1

    APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 T, Fokus Sampah hingga Banjir – Update 1

    APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 T, Fokus Sampah hingga Banjir - Update 1
    APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 T, Fokus Sampah hingga Banjir – Update 1

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Pemprov DKI Jakarta tahun 2026 sudah resmi ditetapkan dengan besaran Rp 81,32 triliun. Anggaran ini turun dari tahun 2025 yang sebelumnya sebesar Rp 91,86 triliun.

    Dilansir dari website Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (27/12/205), APBD telah disahkan dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, dan telah diundangkan pada 23 Desember 2025. Selanjutnya, ada juga Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pada tahun 2026, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 71,45 triliun dan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 9,87 triliun. Sementara, untuk belanja daerah sebesar Rp 74,28 triliun dan pengeluaran pembiayaan daerah senilai Rp 7,04 triliun.