
Fakta Penting
Warga Ciputat, Tangerang Selatan, menghadapi masalah serius karena tumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut selama berhari-hari di dekat pasar Ciputat. Mereka mengeluhkan bau busuk yang merusak kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah seorang warga, Wawan (51), menuturkan bahwa sampah tersebut sudah menumpuk selama beberapa minggu, dengan bau yang semakin parah setelah hujan.
Dampak Kebiasaan Pemukiman
Situasi ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya belatung dan sarang penyakit. Wawan menambahkan, “Ya lumayan bau. Habis hujan deh, rasain deh, mantap banget baunya, menyengat banget di jalan.” Kondisi ini menunjukkan ketidakmampuan pihak terkait dalam menangani masalah sampah, yang semakin memprihatinkan di tengah cuaca yang tidak menentu.
Langkah Penyelesaian yang Diusulkan
Warga mendesak pemerintah setempat untuk segera menangani masalah ini dengan meningkatkan frekuensi penjemputan sampah dan menambahkan sarana pengelolaan sampah yang lebih efektif. Mereka juga mengharapkan adanya komunikasi yang lebih baik antara masyarakat dan pihak kecamatan untuk menghindari masalah serupa di masa depan.
Penutup
Sampah yang tidak terangkut bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Warga Ciputat menantikan tindakan cepat dari pemerintah, sebelum masalah ini semakin meluas dan merusak lingkungan yang sudah rapuh.
Kata Kunci
Warga Ciputat Protes Sampah Tak Diangkut Berminggu-minggu: Bau-Banyak Belatung, Warga Ciputat, Tangerang Selatan, sampah tak terangkut, bau busuk, belatung, dampak lingkungan, penanganan sampah.








