
Latar Belakang
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan tragedi keluarga YBS (10), siswa SD yang tewas gantung diri di Kabupaten Ngada. Dijelaskan, keluarga YBS tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah karena kendala administrasi kependudukan (adminduk).
Fakta Penting
Kendala adminduk ini bermula ketika keluarga YBS pindah domisili dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada. Namun, perpindahan tersebut tidak diikuti dengan pembaruan data kependudukan yang diperlukan.
“Dari informasi yang saya peroleh, kependudukan mereka tidak tertampung karena mereka pindah dari Nagekeo ke Jerebu’u, Ngada. Sayangnya, adminduk mereka belum terjamin,” ungkap Gubernur NTT, dilansir detikBali, Rabu (4/2/2026).
Dampak Sosial
Kisah ini menyoroti pentingnya pembaruan data kependudukan sebagai fondasi penting dalam pemberian bantuan sosial. Tragedi ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi dan efisiensi dalam manajemen adminduk.
Penutup
Tragedi keluarga YBS menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa semua warga mendapat akses fair terhadap bantuan sosial. Dengan perbaikan sistem adminduk, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Tinggalkan Balasan