**”Mantan Pejabat Nadiem Terancam dalam Proyek Chromebook: Bambang Hadiwaluyo Sampaikan Perasaan Takutnya”**

**
**”Mantan Pejabat Nadiem Terancam dalam Proyek Chromebook: Bambang Hadiwaluyo Sampaikan Perasaan Takutnya”**

Latar Belakang
Mantan Pejabat PPK Direktorat SD di Kemendikbudristek, Bambang Hadiwaluyo, mengungkapkan perasaan tidak nyaman terkait proyek pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Bambang bahkan mengaku telah memprediksi bahwa proyek ini akan berujung pada masalah.
Fakta Penting
Selama sidang yang berlangsung pada Selasa (3/2/2026), hakim Sunoto mengeksplorasi alasan Bambang untuk mundur. “Apa yang paling membuat Saudara takut? Misalnya, jika proyek ini bermasalah, Saudara bisa kena gulung atau tersangkut. Apakah itu salah satu pertimbangan Saudara?” tanya hakim.
Bambang dengan jujur menjawab, “Iya, karena sebelumnya pengadaan dilakukan dengan sistem Windows, sehingga perpindahan ke Chromebook ini memicu kekhawatirannya.”
Dampak
Kisah Bambang menunjukkan betapa kompleksnya dinamika di balik proyek pengadaan teknologi pemerintah. Perpindahan sistem operasi dari Windows ke Chromebook, yang didorong era Nadiem Makarim, ternyata menyebabkan ketidakpastian di kalangan pejabat terkait.
Terancamnya Bambang dalam skandal ini juga menjadi pengingat bahwa transisi teknologi tak selalu mulus dan dapat menimbulkan risiko hukum yang signifikan.
Penutup
Kasus Bambang Hadiwaluyo menggugah pertanyaan penting: seberapa siap pemerintah dalam mengatasi risiko-risiko yang muncul dari proyek ambisius seperti pengadaan Chromebook? Dengan pengalaman Bambang sebagai contoh, masyarakat dan pemerintah perlu lebih waspada dalam menyusun strategi pengadaan teknologi masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *