
Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian di Al Nassr karena kabar mogok mainnya. Bukan karena performa di lapangan, tetapi karena kekecewaan atas kurangnya aktivitas transfer klub di bursa musim dingin Januari 2026. Padahal, sejak kedatangannya, klub telah menggelontorkan total Rp 7,9 triliun untuk merekrut pemain. Namun, CR7 menuntut lebih dari itu, dan kebuntuan belanja Al Nassr menjadi pemicu drama baru di tim.
Aktivitas Transfer dan Kebuntuan Belanja
Al Nassr diketahui telah menambahkan beberapa nama besar sejak CR7 bergabung, namun performa tim di lapangan belum sesuai dengan investasi yang dilakukan. Dalam bursa Januari 2026 ini, klub hanya melakukan beberapa transaksi kecil, jauh dari ekspektasi CR7. Menurut data liga, klub baru menambahkan dua pemain dengan total nilai transfer Rp 1,2 triliun, yang jauh dari standar yang diharapkan sang bintang.
Dampak pada Performa Tim
Kebuntuan belanja ini tidak hanya mempengaruhi CR7, tetapi juga mengganggu strategi Al Nassr musim ini. Tanpa rekrutan kualitas tinggi, tim kesulitan mempertahankan posisi di papan atas. CR7 sendiri telah mencetak 15 gol dalam 20 pertandingan, namun kontribusi individu tidak bisa menyelamatkan tim dari ketidakstabilan整体.
Pandangan Pelatih dan Klub
Pelatih Al Nassr, yang preferensi taktiknya tergantung pada rekrutan baru, mengaku kesulitan dalam merancang strategi tanpa peningkatan kualitas skuad. Namun, klub mengklaim bahwa investasi jangka panjang lebih penting daripada transaksi短期. Namun, CR7 dan para penggemar sepertinya tidak setuju dengan pendekatan ini.
Prediksi dan Rekomendasi
Dengan situasi ini, mungkin Al Nassr harus lebih proaktif dalam bursa musim panas mendatang. Menambahkan pemain dengan kualitas internasional dapat mengembalikan kepercayaan CR7 dan memperkuat posisi tim di kompetisi. Bagi penggemar bola, ikuti perkembangan terbaru Al Nassr dan CR7 di situs resmi klub atau media olahraga terpercaya untuk informasi lebih lanjut.
Tinggalkan Balasan