Latar Belakang
Di kota Indramayu, Jawa Barat, Umat Tridharma sedang sibuk membersihkan Klenteng An Tjen Bio, tempat ibadah yang menjadi pusat perhatian jelang Imlek. Ritual pembersihan rupang dewa, yang biasa dilakukan menjelang tahun baru Imlek, kali ini memiliki makna khusus sebagai simbol penyucian diri. Menurut tradisi, pembersihan ini tidak hanya membersihkan tempat ibadah, tetapi juga hati dan jiwa umat, siap menyambut Tahun Kuda Api dengan lebih baik.
Fakta Penting
Ritual pembersihan rupang dewa di Klenteng An Tjen Bio menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu. Tim Umat Tridharma terdiri dari lebih dari 50 orang, yang bekerja keras selama beberapa hari untuk memastikan setiap sudut klenteng terlihat baru. Mereka menggunakan bahan alami seperti air dan kapas, serta bunga segar sebagai simbol harapan dan kesucian. “Ini adalah wujud penghormatan kita kepada dewa dan tradisi leluhur,” ujar Kepala Klenteng, Mr. Sun, kepada wartawan.
Dampak
Ritual ini tidak hanya menjadi bagian penting dari tradisi Imlek, tetapi juga memperkuat solidaritas umat Tridharma di Indramayu. Melalui pembersihan rupang dewa, mereka menunjukkan komitmen untuk menjaga kebersihan dan ketaatan spiritual. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar umat, yang semakin mempererat tali persaudaraan di tengah-tengah perayaan tahun baru.
Penutup
Dengan ritual pembersihan rupang dewa, Umat Tridharma di Indramayu menunjukkan bahwa tahun baru Imlek bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang introspeksi dan penyucian diri. Sebagai tahun Kuda Api dimulai, mereka berharap tahun ini penuh dengan kebaikan, kesehatan, dan kemakmuran. Ritual ini menjadi bukti bahwa tradisi dan kepercayaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Tinggalkan Balasan