
Latar Belakang
Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SD Kemendikbudristek, Bambang Hadi Waluyo, mengungkapkan bahwa dirinya sampai jatuh sakit saat mengurus proyek Chromebook. Bambang mengaku bahwa gula darahnya sempat naik akibat tekanan kerja yang luar biasa. Hal ini disampaikan Bambang saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi proyek Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (9/2/2026).
Fakta Penting
Bambang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Sebagai PPK, Bambang dilantik pada Februari 2020 dan mengundurkan diri empat bulan kemudian. Ia mengaku telah yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam proyek Chromebook, yang akhirnya menjadi sorotan publik karena diduga korupsi.
Dampak
Bersaksi dalam kasus ini, Bambang menambahkan dimensi baru dalam investigasi korupsi proyek Chromebook. Kondisi kesehatannya yang hampir runtuh menjadi bukti nyata dari tekanan yang dihadapi para pejabat terkait. Kejadian ini tidak hanya menyoroti masalah korupsi, tetapi juga dampak psikologis dan fisik yang dialami oleh individu yang terlibat dalam proyek kontroversial tersebut.
Penutup
Kisah Bambang Hadi Waluyo menjadi contoh nyata bahwa korupsi tidak hanya merusak sumber daya negara, tetapi juga merugikan kesehatan dan kualitas hidup individu yang terlibat. Kasus ini mengingatkan publik bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam proyek pemerintah mutlak diperlukan untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas.
Tinggalkan Balasan