
4 Desa di Cirebon Dilanda Banjir, 770 KK Terdampak dalam Cuaca Ekstrem
Banjir menghantam empat desa di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengancam 770 Kepala Keluarga (KK). Kejadian ini terjadi akibat cuaca ekstrem pada Jumat (6/2), yang memicu meluapnya Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik.
Latar Belakang Banjir
Cuaca ekstrem di wilayah Cirebon menjadi penyebab utama banjir yang menyerang beberapa titik di kawasan tersebut. Air dari Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik meluap dan mulai menggenangi permukiman warga. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan rumah-rumah warga.
Wilayah yang Terdampak
Banjir menghantam empat desa di Kecamatan Kedawung dan Kecamatan Gunungjati. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko, mengungkapkan bahwa luapan air sudah mulai masuk ke permukiman warga, menyebabkan kerugian yang tidak bisa dianggap remeh.
Dampak Sosial dan Langkah Penanggulangan
Bencana ini telah mempengaruhi lebih dari 770 KK, dengan kerugian yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Pemerintah setempat sedang berupaya keras untuk memberikan bantuan logistik dan evakuasi warga yang terdampak. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat upaya penanggulangan semakin berat.
Penutup
Banjir di Cirebon menunjukkan pentingnya perlindungan lingkungan dan peningkatan sistem peringatan dini untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam upaya rehabilitasi dan pemulihan daerah yang terdampak.
Tinggalkan Balasan