
Mantan staf khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Fiona Handayani, mengakui tak memiliki latar belakang keilmuan di bidang pendidikan saat memberikan testimony di pengadilan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan CDM.
Latar Belakang Fiona
Fiona, yang sebelumnya menjabat sebagai stafsus Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan bahwa gelar sarjana Teknik Industri ITB yang dimilikinya tidak langsung terkait dengan bidang pendidikan. Namun, ia pernah terlibat dalam program pendidikan kesehatan dan kepegawaian saat menjadi anggota tim Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Fakta Penting di Sidang
Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 5 Februari 2026, mengungkap pertanyaan hakim terkait latar belakang pendidikan Fiona. Hakim Andi Saputra menanyakan gelar S1 dan S2 Fiona, yang menjadi sorotan dalam kasus ini.
Dampak pada Kasus
Keterbukaan Fiona tentang latar belakang pendidikannya menjadi perhatian publik, terutama mengingat perannya dalam pengadaan laptop yang diduga korupsi. Kasus ini tidak hanya menyoroti masalah pendidikan, tetapi juga transparansi dalam pengelolaan sumber daya negara.
Penutup:
Kisah Fiona menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan dan akuntabilitas pejabat publik dalam menangani program pendidikan. Bagaimana dampak latar belakangnya pada keberhasilan program yang pernah dikelolanya?
Tinggalkan Balasan