
Tragedi Tak Terduga di NTT
YBR (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, NTT, ditemukan tewas gantung diri diduga karena kecewa tidak mendapat buku tulis dan pulpen untuk sekolah. Kehidupan YBR yang sederhana tinggal bersama neneknya di pondok kecil di kebun sunyi, menjadi latar belakang kejadian ini.
Latar Belakang
YBR tinggal di pondok bambu berukuran 2×3 meter, tempat sederhana yang menjadi saksi kehidupan anak tersebut. Poni panggung itu adalah rumah YBR sejak kecil, yang juga menjadi tempat ditemukannya tewas.
Fakta Penting
Siswa berusia 10 tahun ini diduga merasa tertekan karena tidak memiliki alat tulis untuk kegiatan belajar di sekolah. Kondisi ekonomi yang sulit mungkin menjadi pendorong utama tragedi ini.
Dampak
Kematian YBR mengejutkan masyarakat dan menjadi perhatian publik. Tragedi ini menyeruak isu penting tentang perlunya perhatian lebih terhadap kondisi sosial dan ekonomi anak-anak di daerah terpencil.
Penutup
Tragedi YBR menjadi pengingat penting untuk meningkatkan perhatian terhadap anak-anak di daerah terpencil, terutama dalam hal akses pendidikan dan kebutuhan dasar. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana kita dapat mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan?
Tinggalkan Balasan