Latar Belakang
Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengungkap komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk keluar dari Board of Peace atau Dewan Perdamaian jika tidak sejalan dengan visi yang diusung. Komitmen ini disampaikan secara tegas oleh Prabowo saat bertemu dengan perwakilan ormas-ormas Islam.
Fakta Penting
Cholil menekankan pentingnya visi penghapusan penjajahan sesuai dengan amanat konstitusi kepada Prabowo. Namun, ia menunjukkan sikap skeptis terhadap upaya perdamaian karena Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Gaza, meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata.
“Dalam pertemuan tersebut, Cholil menyampaikan bahwa skeptisisme timbul karena PM Israel Benjamin Netanyahu belum mengakui negara Palestina dan serangan terus berlanjut,” ujar Cholil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dampak
Komitmen Prabowo untuk keluar dari Board of Peace jika tidak sejalan dengan visi ini menunjukkan sikap keras pemerintah dalam menjaga integritas dan konsistensi dengan nilai-nilai yang diusung. Langkah ini juga dapat menjadi pertanda perubahan strategis dalam upaya perdamaian internasional.
Penutup
Dengan komitmen ini, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang dianggap fundamental. Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana langkah ini akan mempengaruhi peran Indonesia dalamforum internasional dan upaya perdamaian global.
Tinggalkan Balasan