
Prediksi BMKG: Hujan Tetap, Ramadan Jadi Tantangan
BMKG memperingatkan bahwa musim hujan akan terus menerjang Indonesia hingga Maret 2026, termasuk menjelang Ramadan. Menurut Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, curah hujan kategori rendah-menengah (20-150 mm per dasarian) akan menghiasi sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di Februari. Namun, beberapa daerah仍 berisiko hujan intens hingga sangat tinggi.
Fakta Penting: Perubahan Cuaca Berdampak pada Kehidupan Sehari-hari
Andri menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada analisis curah hujan dasarian II Februari 2026. “Wilayah Indonesia masih berpotensi hujan kategori rendah-menengah, tetapi ada sebagian wilayah yang menghadapi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi,” ujarnya. Perubahan cuaca ini dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama menjelang bulan suci Ramadan yang biasanya menuntut persiapan khusus.
Dampak Jangka Panjang: Persiapan untuk Musim Kemarau
BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau akan mulai terasa di April hingga Mei 2026. Ini menjadi penting bagi masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah. Pemerintah daerah dan petani, khususnya, dianjurkan untuk memantau informasi cuaca terkini agar dapat mengantisipasi dampak negatif dari perubahan musim ini.
Penutup: Siapakah yang Tersedat oleh Cuaca?
Dengan prediksi hujan yang tetap tinggi hingga Maret dan kemarau yang siaga di April-Mei, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Siapa yang akan tersedat oleh perubahan cuaca ini? Hanya mereka yang siap dan terinformasi yang akan dapat menghadapi tantangan cuaca ekstrem dengan baik.
Tinggalkan Balasan