
Pada Sabtu (3/1), Presiden Venezuela Nicolas Maduro menetapkan keadaan darurat atas apa yang disebut pemerintahannya sebagai “agresi militer yang sangat serius” oleh Amerika Serikat (AS) terhadap ibu kota Caracas .
Setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari, dengan sejumlah video menunjukkan kepulan asap menjulang ke udara dari beberapa lokasi yang berbeda.
AS belum menanggapi tuduhan yang dilontarkan Venezuela tersebut. Namun laporan media-media terkemuka AS, seperti CBS News dan Fox News , menyebutkan bahwa sejumlah pejabat pemerintah AS yang enggan disebut namanya telah mengonfirmasi jika militer AS ada balik rentetan serangan di ibu kota Venezuela.
Tinggalkan Balasan