
Latar Belakang
Manggarai, Jakarta Selatan, kembali terbakar oleh tawuran antarwarga yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada upaya preventif guna mengatasi permasalahan tawuran yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Fakta Penting
Tawuran pertama terjadi pada Kamis (1/1) saat masuk waktu magrib, melibatkan sekitar 20 orang dari Gang Tuyul RW 04 dengan warga Magasen RW 12 Kelurahan Manggarai. Kebakaran api perang kembali meruak pada hari berikutnya, Sabtu (3/1/2026), menambah deret panjang konflik yang sulit diatasi.
Dampak
Konflik ini tidak hanya merusak harmoni sosial tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan ketertiban umum. Respons Pemprov DKI soal tawuran di Manggarai memanas lagi menjadi sorotan publik, terutama karena kejadian ini terasa seperti dongeng lama yang tak pernah usai.
Penutup
Dengan upaya preventif yang terus digalakkan, apakah Pemprov DKI mampu menekan angka tawuran di Manggarai? Atau, apakah warga setempat memerlukan pendekatan lebih holistik untuk meredakan api perang ini? Jawabannya mungkin terletak pada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat yang lebih solid.
Tinggalkan Balasan