Pembuka
Bekasi, Jawa Barat – Di tengah derasnya aliran Kali Bekasi, sekelompok warga setempat tampak sibuk menjemput kerang air tawar atau kijing. Mereka bukan hanya mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga bertaruh nyali demi rupiah. Fenomena ini menjadi perhatian publik, mengingat risiko yang dihadapi para pen buru kerang tersebut.
Latar Belakang
Kali Bekasi, yang dikenal sebagai saluran air penting di Bekasi, kini juga menjadi tempat para warga untuk mencari tambatan hidup. Mereka menggali lumpur dan menangkap kerang air tawar, yang dikenal sebagai kijing, untuk dijual di pasar. Namun, aktivitas ini tidak semudah yang terlihat.
Fakta Penting
Menurut sumber terpercaya di lokasi, aktivitas berburu kerang ini telah berlangsung selama beberapa tahun. Warga setempat mengaku bahwa kerang kijing memiliki pasar yang menjanjikan, terutama di musim hujan ketika aliran sungai melambat. Namun, risiko kecelakaan dan penyakit menular menjadi ancaman serius.
“Kami harus berhati-hati karena lumpur dan air sungai bisa membawa penyakit,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dampak
Fenomena ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak sosial dan lingkungan. Beberapa LSM setempat sudah mengimbau pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada warga yang melakukan aktivitas berisiko ini.
“Pemerintah seharusnya memberikan alternatif penghasilan yang lebih aman untuk masyarakat,” tambah seorang aktivis lingkungan.
Penutup
Di balik keuntungan yang dijanjikan, berburu kerang kijing di Kali Bekasi menjadi cerminan dari ketidakseimbangan ekonomi yang dialami oleh sebagian warga. Pertanyaan yang terus melayang adalah, apakah solusi jangka panjang akan segera datang untuk mencegah risiko yang lebih besar. Hingga kini, warga Bekasi terus bertaruh nyali demi rupiah di aliran Kali Bekasi.
Tinggalkan Balasan